LISTING PROGRAM KEBUTUHHAN DISTRIBUSI BULOG
Survei SUSETI-RASKIN 2012
|
Tuesday, 05 March 2013 03:23
|
STUDI UNTUK REFORMASI KEBIJAKAN PROGRAM RASKIN
Pada September-Desember 2012 lalu SurveyMETER melakukan studi Survei
Sosial Ekonomi Rumah Tangga Indonesia (SUSETI) atau lebih mudah
diidentifikasi sebagai Survei RASKIN. Studi ini merupakan kerjasama antara SurveyMETER
dengan The Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) dan Tim Nasional Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Sebagaimana diketahui program Raskin merupakan subsidi pangan pemerintah
sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan
pada keluarga miskin. Program ini dimulai Januari 2002. Program ini merupakan
lanjutan dari program Operasi Pasar Khusus (OPK) melalui Bulog pada
pertengahan 1998. Dengan program baru dan nama ‘Raskin’ diharapkan akan lebih
tepat dalam penentuan target penerima manfaat program yaitu kelompok miskin.
Maka program ini adalah implementasi fungsi dan peran pemerintah sebagai
penjamin keamanan pangan rakyat dengan upaya stabilisasi harga beras.
Lebih satu dasawarsa program Raskin ini bergulir. Berbagai studi evaluasi
program dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian independen, baik peguruan
tinggi termasuk UGM dan UI maupun lembaga penelitian seperti LP3ES, SMERU.
Kesimpulan dari berbagai penelitian selama 5 tahun terakhir adalah berkisar
sekitar; Subsidi itu bocor keluar RT sasaran, dibagi rata, digilir, sehingga
RT miskin tidak menerima sebanyak 20 kg/KK/bulan sehingga dampak positif
terhadap perbaikan gizi masyarakat yang rawan pangan menjadi berkurang; Lemah
dalam manajemen program, terutama pengawasan, monitoring dan evaluasi, dan
penanganan keluhan masyarakat; Peran pemerintah daerah terlalu dominan, sejak
dari penentuan wilayah, jumlah jatah beras per wilayah, maupun distribusi
beras dari titik distribusi ke RT sasaran. Hampir tidak ada
Divre/Dolog/Sub-Dolog yang terlibat aktif di dalam mengelola program setelah
titik distribusi.
Beragam studi kualitatif mengungkapkan tiga tantangan utama untuk
memastikan bahwa rumah tangga sasaran dapat mengakses program Raskin yaitu;
Transparansi Program, Rumah tangga penerima banyak yang tidak tahu apakah
mereka menerima program tersebut dan berapa banyak yang harus mereka bayar;
Monopoli distribusi, pemimpin desa memiliki monopoli atas distribusi raskin,
manajemen transportasi dari gudang Bulog hingga ke desa, distribusi beras
raskin, hingga menentukan jumlah beras yang diberikan; Solusi konflik, untuk
menghindari konflik berkaitan dengan program Raskin di desa maka salah satu
kebijakannya adalah beras bantuan dibagi sama pada semua rumah tangga yang
ada di desa tersebut.
Merespon kelemahan mekanisme pelaksanaan program Raskin ini pemerintah
Indonesia mempertimbangkan pengenalan Kartu Indentitas bagi penerima program
Raskin. Pengenalan kartu identitas ini dapat meningkatkan distribusi dengan
memberikan transparansi dalam daftar penerima manfaat dan atau penerima
manfaat akan menerima hak yang lebih kuat atas jatah beras raskin yang
seharusnya diterima. Namun demikian sistem kartu identifikasi ini mungkin tidak
sepenuhnya diimplementasikan jika pemimpin desa memiliki monopoli atas
distribusi atau tidak ada sosialisasi yang cukup atau transparan tentang
bagaimana kartu identitas dapat digunakan. Selain itu, mungkin memperkenalkan
sistem kartu indentifikasi yang kaku dan tanpa mekanisme yang baik akan
memungkinkan terjadinya konflik dan menimbulkan keresahan sosial. Pada posisi
inilah kemudian SurveyMETER
ditugaskan untuk melakukan penelitian dalam label Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga Indonesia (SUSETI). Tujuan Penelitian
Secara global tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan wawasan
tentang kemungkinan adanya reformasi kebijakan nasional program Raskin dengan
meneliti apakah peningkatan transparansi program, pelibatan anggota
masyarakat dalam distribusi dan menciptakan fleksibilitas akan meningkatkan
efektivitas program Raskin. Pada sisi lain, dengan instrumen-instrumen yang
menjurus, studi ini juga bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan
rumah tangga dan mengetahui program-program pemerintah dan masyarakat miskin
penerima manfaat. Data dari studi ini diharapkan dapat memberikan
masukan bagi pengambil kebijakan untuk mengembangkan metode-metode baru dalam
mengidentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai
macam program bantuan.
Wilayah Penelitian dan
Cakupan Sampel
Studi ini akan dilaksanakan di 6 kabupaten di 3 provinsi yaitu Provinsi
Sumatera Selatan di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi
Lampung di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah, dan Provinsi
Jawa Tengah di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pemalang. Ujicoba instrumen
kuesioner akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi studi ini
dilaksanakan di 572 desa/kelurahan. Studi ini merupakan penelitian
eksperimental dimana kegiatan pengumpulan data dibagi menjadi tiga tahap
survei, yaitu baseline, midline, dan endline. Pada tahap
baseline, diwawancara 8 responden rumah tangga dan 1 responden
komunitas di setiap desa/kelurahan tersampel, sehingga secara keseluruhan
akan diwawancara 5.148 responden rumah tangga. Pada tahap midline
diwawancara 13 responden rumah tangga di setiap desa/kelurahan, sehingga akan
diwawancara sebanyak 7.436 rumah tangga. Sedangkan pada tahap endline
diwawancara sebanyak 19 rumah tangga di setiap desa/kelurahan, sehingga akan
diwawancara sebanyak 10.868 rumah tangga.
Pelaksanaan Kegiatan Lapangan
Secara total kegiatan studi ini direncanakan akan dilaksanakan selama 15
bulan, yaitu sejak Bulan September 2012 sampai Desember 2013. Pada Oktober
sampai Desember 2012 pelaksanaan baseline survey (Continuous Survey 1)
telah terlaksana yang diawali dengan proses listing rumah tangga yang
dilaksanakan pada minggu ke-2 September sampai minggu ke-2 Oktober 2012.
Selanjutnya midline survey (Continuous Survey 2) diagendakan pada
minggu ke-1 April 2013 sampai minggu ke-3 Juli 2013 dan endline survey
direncanakan pelaksanaannya pada minggu ke-1 Agustus 2013 sampai minggu ke-1
Desember 2013. Sementara asisten peneliti lapangan direkrut dari daerah yang
bersangkutan. Hal ini penting karena berkaitan dengan pengetahuan dan
penguasaan tentang wilayah dan bahasa lokal. (Jen Fauzan)
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar