Selasa, 01 Juli 2014

pa viya


LISTING PROGRAM KEBUTUHHAN DISTRIBUSI BULOG

Survei SUSETI-RASKIN 2012
PDF
Print
E-mail

Tuesday, 05 March 2013 03:23
survei suseti 2012-raskin_1_okeSTUDI UNTUK REFORMASI KEBIJAKAN PROGRAM RASKIN
Pada September-Desember 2012 lalu SurveyMETER melakukan studi Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga Indonesia (SUSETI) atau lebih mudah diidentifikasi sebagai Survei RASKIN. Studi ini merupakan kerjasama antara SurveyMETER dengan The Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Sebagaimana diketahui program Raskin merupakan subsidi pangan pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan pada keluarga miskin. Program ini dimulai Januari 2002. Program ini merupakan lanjutan dari program Operasi Pasar Khusus (OPK) melalui Bulog pada pertengahan 1998. Dengan program baru dan nama ‘Raskin’ diharapkan akan lebih tepat dalam penentuan target penerima manfaat program yaitu kelompok miskin. Maka program ini adalah implementasi fungsi dan peran pemerintah sebagai penjamin keamanan pangan rakyat dengan upaya stabilisasi harga beras.
Lebih satu dasawarsa program Raskin ini bergulir. Berbagai studi evaluasi program dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian independen, baik peguruan tinggi termasuk UGM dan UI maupun lembaga penelitian seperti LP3ES, SMERU. Kesimpulan dari berbagai penelitian selama 5 tahun terakhir adalah berkisar sekitar; Subsidi itu bocor keluar RT sasaran, dibagi rata, digilir, sehingga RT miskin tidak menerima sebanyak 20 kg/KK/bulan sehingga dampak positif terhadap perbaikan gizi masyarakat yang rawan pangan menjadi berkurang; Lemah dalam manajemen program, terutama pengawasan, monitoring dan evaluasi, dan penanganan keluhan masyarakat; Peran pemerintah daerah terlalu dominan, sejak dari penentuan wilayah, jumlah jatah beras per wilayah, maupun distribusi beras dari titik distribusi ke RT sasaran. Hampir tidak ada Divre/Dolog/Sub-Dolog yang terlibat aktif di dalam mengelola program setelah titik distribusi.
Beragam studi kualitatif mengungkapkan tiga tantangan utama untuk memastikan bahwa rumah tangga sasaran dapat mengakses program Raskin yaitu; Transparansi Program, Rumah tangga penerima banyak yang tidak tahu apakah mereka menerima program tersebut dan berapa banyak yang harus mereka bayar; Monopoli distribusi, pemimpin desa memiliki monopoli atas distribusi raskin, manajemen transportasi dari gudang Bulog hingga ke desa, distribusi beras raskin, hingga menentukan jumlah beras yang diberikan; Solusi konflik, untuk menghindari konflik berkaitan dengan program Raskin di desa maka salah satu kebijakannya adalah beras bantuan dibagi sama pada semua rumah tangga yang ada di desa tersebut.
Merespon kelemahan mekanisme pelaksanaan program Raskin ini pemerintah Indonesia mempertimbangkan pengenalan Kartu Indentitas bagi penerima program Raskin. Pengenalan kartu identitas ini dapat meningkatkan distribusi dengan memberikan transparansi dalam daftar penerima manfaat dan atau penerima manfaat akan menerima hak yang lebih kuat atas jatah beras raskin yang seharusnya diterima. Namun demikian sistem kartu identifikasi ini mungkin tidak sepenuhnya diimplementasikan jika pemimpin desa memiliki monopoli atas distribusi atau tidak ada sosialisasi yang cukup atau transparan tentang bagaimana kartu identitas dapat digunakan. Selain itu, mungkin memperkenalkan sistem kartu indentifikasi yang kaku dan tanpa mekanisme yang baik akan memungkinkan terjadinya konflik dan menimbulkan keresahan sosial. Pada posisi inilah kemudian SurveyMETER

 ditugaskan untuk melakukan penelitian dalam label Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga Indonesia (SUSETI).
survei suseti 2012-raskin_2_okeTujuan Penelitian
Secara global tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan wawasan tentang kemungkinan adanya reformasi kebijakan nasional program Raskin dengan meneliti apakah peningkatan transparansi program, pelibatan anggota masyarakat dalam distribusi dan menciptakan fleksibilitas akan meningkatkan efektivitas program Raskin. Pada sisi lain, dengan instrumen-instrumen yang menjurus, studi ini juga bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan rumah tangga dan mengetahui program-program pemerintah dan masyarakat miskin penerima manfaat. Data dari studi ini  diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengambil kebijakan untuk mengembangkan metode-metode baru dalam mengidentifikasi rumah tangga miskin yang memenuhi syarat untuk berbagai macam program bantuan.   
Wilayah Penelitian dan Cakupan Sampel
Studi ini akan dilaksanakan di 6 kabupaten di 3 provinsi yaitu Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Lampung di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah, dan Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pemalang. Ujicoba instrumen kuesioner akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi studi ini dilaksanakan di 572 desa/kelurahan. Studi ini  merupakan penelitian eksperimental dimana kegiatan pengumpulan data dibagi menjadi tiga tahap survei, yaitu baseline, midline, dan endline. Pada tahap baseline, diwawancara 8 responden rumah tangga dan 1 responden komunitas di setiap desa/kelurahan tersampel, sehingga secara keseluruhan akan diwawancara 5.148 responden rumah tangga. Pada tahap midline diwawancara 13 responden rumah tangga di setiap desa/kelurahan, sehingga akan diwawancara sebanyak 7.436 rumah tangga. Sedangkan pada tahap endline diwawancara sebanyak 19 rumah tangga di setiap desa/kelurahan, sehingga akan diwawancara sebanyak 10.868 rumah tangga.
Pelaksanaan Kegiatan Lapangan
Secara total kegiatan studi ini direncanakan akan dilaksanakan selama 15 bulan, yaitu sejak Bulan September 2012 sampai Desember 2013. Pada Oktober sampai Desember 2012 pelaksanaan baseline survey (Continuous Survey 1) telah terlaksana yang diawali dengan proses listing rumah tangga yang dilaksanakan pada minggu ke-2 September sampai minggu ke-2 Oktober 2012. Selanjutnya midline survey (Continuous Survey 2) diagendakan pada minggu ke-1 April 2013 sampai minggu ke-3 Juli 2013 dan endline survey direncanakan pelaksanaannya pada minggu ke-1 Agustus 2013 sampai minggu ke-1 Desember 2013. Sementara asisten peneliti lapangan direkrut dari daerah yang bersangkutan. Hal ini penting karena berkaitan dengan pengetahuan dan penguasaan tentang wilayah dan bahasa lokal. (Jen Fauzan)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar